Postingan

Menampilkan postingan dengan label JOKOWI PERINTAHKAN

JOKOWI MARAH SAAT MASIH ADA YANG EKSPOR NIKEL MENTAH

Gambar
                  JOKOWI MARAH SAAT MASIH ADA YANG EKSPOR NIKEL MENTAH   Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengungkapkan kekesalannya terkait ekspor komoditas mineral ke luar negeri yang masih dilakukan dalam bentuk raw material alias bahan mentah. Salah satunya seperti yang terjadi pada komoditas timah.   Mantan Wali Kota Solo ini menyebut Indonesia merupakan eksportir bijih timah terbesar nomor 1 di dunia. Sementara itu, China menjadi importir timah terbesar di dunia saat ini. Artinya, bijih timah yang selama ini diproduksikan RI secara besar-besaran diekspor ke China.   Padahal, apabila timah ini diolah lebih lanjut di dalam negeri, maka peningkatan nilai tambahnya bisa mencapai 69 kali lipat. Oleh karena itu, dia mendorong agar hilirisasi timah di dalam negeri bisa dikebut.   "Kalau kita ini buat yang namanya komponen-komponen PCB ini nilai tambahnya bisa 69 kali. Kenapa gak kita buat? Kenapa kita ekspor? Dan yang ...

JOKOWI PERINTAHKAN SEMUA ANGGARAN BELANJA LEMBAGA WAJIB PRODUK LOKAL

Gambar
                   Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan semua anggaran belanja kementerian/lembaga digunakan untuk membeli produk buatan dalam negeri.   "Bapak Presiden minta untuk tahun 2022 ini seluruh kementerian lembaga fokus merealisir belanja pemerintah dan terutama dipakai untuk membeli produk-produk lokal," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers usai Sidang Paripurna Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/8/2022).   Agar transaksi ekonomi ini menimbulkan efek domino pada perekonomian di sisa tahun 2022. Sehingga motor ekonomi di kuartal III dan IV bisa bergerak lebih agresif, minimal sama dengan pertumbuhan kuartal II-2022.   "Ini semuanya akan bisa mendukung pembelian ekonomi yang makin kuat di kuartal ketiga dan kuartal keempat pada saat lingkungan global sedang mengalami kecenderungan gejolak," kata dia.   Sri Mulyani menuturkan sekarang, perekonomian Indonesia sudah m...