JOKOWI AKAN PIMPIN LANGSUNG PROMOSI MEGA PROYEK IKN KE INVESTOR
Presiden Joko Widodo disebut akan
memimpin langsung ajang promosi mega proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN)
Nusantara kepada para investor. Meski begitu, kapan waktu pastinya masih dalam
proses pembahasan.
“Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap
akan merealisasikan market sounding atau penjajakan minat pasar. Rencananya
market sounding tersebut akan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk
mempromosikan berbagai proyek peluang investasi di IKN serta mendengarkan
berbagai aspirasi dari investor,” ungkap Sidik Pramono, Koordinator Tim
Informasi dan Komunikasi Tim Transisi IKN, dalam keterangan tertulisnya.
Sidik menjelaskan, pemerintah akan
mengundang berbagai pelaku usaha, baik dari dalam dan luar negeri. Upaya
tersebut dilakukan guna mengoptimalkan keterlibatan pelaku usaha dalam
pembangunan Ibu Kota negara yang akan bertempat di Penajam Paser Utara,
Kalimantan Timur, sehingga dapat meminimalisir penggunaan dana yang bersumber
dari APBN.
Presiden didampingi oleh Menhan Prabowo
Subianto (kanan) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ketika meninjau akses
sodetan jalan menuju IKN. (Biro Setpres)
“Ke depannya IKN akan membuka peluang
usaha yang sangat luas, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pertanian,
energi, perdagangan, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan, pariwisata hingga
sektor-sektor lain yang telah direncanakan sebagaimana termuat di dalam Rencana
Induk IKN,” jelasnya.
Lebih jauh, Sidik menjelaskan saat ini
pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) sebagai
landasan hukum pemberian perizinan berusaha, kemudahan berusaha, dan fasilitas
penanaman modal di IKN yang ditargetkan akan rampung dalam waktu dekat ini.
“IKN sebagai proyek yang memiliki nilai
strategis bagi perekonomian nasional tentu akan memberikan kemudahan dan
fasilitas menarik bagi investor. Harapannya skema-skema yang disiapkan akan
memiliki keunggulan bagi dunia investasi di tingkat regional, mengungguli
negara-negara tetangga,” tuturnya.
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi ibu
kota Indonesia yang baru di kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara,
Kalimantan Timur, 17 Desember 2019. (Foto: Antara via Reuters)
Investor Masih
Wait and See
Pengamat tata kota Nirwono Yoga
mengungkapkan meskipun Presiden Jokowi turun tangan langsung untuk
mempromosikan mega proyek infrastruktur ini, ia meyakini investor lokal dan
mancanegara belum akan mau menanamkan modalnya dalam kurun waktu dua tahun ke
depan.
Nirwono mengatakan, sampai dengan saat
ini para investor tersebut masih akan menunggu kepastian setelah masa
pemerintahan Jokowi rampung pada 2024. Bahkan, para investor katanya, juga
meragukan keberlanjutan proyek infrastruktur besar di era Jokowi yang juga
belum tentu selesai sampai dengan 2024 mendatang.
“Artinya masih dalam tahap tertarik,
paling banter hanya letter of interest. Tidak akan mungkin kemudian besok atau
tahun 2023, (investor akan) menggelontorkan dan besar-besaran di sana karena
dua indikator tadi,” ungkap Nirwono kepada VOA.
Alasan-alasan yang melatarbelakangi
sikap wait and see calon investor tersebut, menurutnya, adalah keraguan yang
muncul terhadap proyek infrastruktur yang akan dibangun pemerintah sendiri.
Selain itu, belum ada kepastian satu pun terkait berjalannya IKN pasca 2024.
“Semua bilang optimis, ya boleh. Tapi
jangan lupa apakah iya calon presiden yang akan maju juga punya komitmen sama.
Buat investor mereka bersabar dua tahun tidak ada masalah kalau pun dia punya
uang dia akan tahan,” katanya.
Maka dari itu, Nirwono memprediksi dalam
kurun waktu dua tahun ke depan, yakni 2023 dan 2024, semua pembangunan IKN
tersebut dipastikan hanya akan bersumber murni dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN). Namun mengingat keterbatasan dana dari APBN, maka ia
menyarankan pemerintah untuk bersikap lebih realistis.
Nirwono berpendapat bahwa lebih baik
bagi pemerintah untuk membangun sebuah kota kecil yang ia ibaratkan sebagai
kota butik atau etalase untuk bisa dijajakan kepada investor. Namun, apabila
pemerintah tetap berambisi untuk membangun proyek yang cukup besar seperti
istana kepresidenan, ujar Nirwono, maka potensi mangkrak akan semakin besar.
“Kita akan lihat di awal 2023, daftar
proyek yang mereka kerjakan atau yang mereka kejar sampai 2024 apa. Kalau yang
dibayangan saya yang dikerjakan adalah proyek mega besarnya, misalnya harus ada
istana presiden, harus ada gedung kementerian, maka besar kemungkinan menjadi
bangunan setengah jadi. Ini jadi pertaruhan, kalau pemerintah tetap cenderung
melaksanakan program dalam konteks besar-besaran maka besar kemungkinan akan
terjadi kemungkinan mangkrak,” jelasnya.
“Tetapi kalau akhirnya pemerintah mau
sadar, secara realistis, artinya membangun dalam bentuk kota kecil atau kota
butik, maka kemungkinan besar akan bisa jadi,” pungkasnya.
Ia juga memperingatkan pemerintah juga
terkait dengan tantangan resesi ekonomi global yang diperkirakan akan terjadi
pada tahun depan. Menurutnya, faktor tersebut akan turut mempengaruhi
keberlanjutan proyek pembangunan IKN, apalagi jika dananya masih bersumber dari
APBN.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar
Rp30 triliun di dalam APBN tahun depan untuk pembangunan IKN. Anggaran tersebut
akan dipergunakan untuk membangun, di antaranya, infrastruktur dasar, gedung
pemerintahan, sarana dan prasarana di bidang kesehatan dan pendidikan.

Komentar
Posting Komentar