JOKOWI MINTA KAPOLRI MELAKUKAN INVESTIGASI DAN MENGUSUT TUNTAS KASUS KANJURUHAN
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
memerintahkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menginvestigasi dan
mengusut tuntas kericuhan yang menewaskan ratusan orang di Stadion Kanjuruhan,
Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10).
"Khusus kepada Kapolri, saya minta
investigasi dan mengusut tuntas kasus ini," kata Presiden dalam keterangan
pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Presiden menyampaikan duka cita mendalam
atas tragedi yang terjadi setelah pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema
FC dan Persebaya tersebut.
Dia juga memerintahkan Menteri Pemuda
dan Olahraga Zainudin Amali, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
(PSSI) Mochamad Iriawan, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk
mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepak bola serta
prosedur pengamanan pertandingan tersebut.
Untuk kelancaran evaluasi dan
investigasi dari kepolisian, Jokowi memerintahkan PSSI untuk menghentikan
sementara Liga 1 sampai evaluasi selesai dan dilakukan perbaikan terhadap prosedur pengamanan.
"Saya menyesalkan terjadinya
tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepak bola di Tanah
Air. Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan
datang," kata Presiden Jokowi.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang,
bermula saat ribuan pendukung Arema FC masuk ke area lapangan setelah klub
kebanggaan mereka kalah dari Persebaya. Di saat yang bersamaan, para pemain dan
ofisial Persebaya meninggalkan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat
mobil barakuda.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico
Afinta dalam keterangan pers, Minggu dini hari, mengatakan pendukung Arema FC
merasa kecewa sehingga beberapa suporter turun ke lapangan untuk mencari pemain
dan ofisial.
Petugas pengamanan kemudian melakukan
upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak
turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas
melakukan tembakan gas air mata.
Menurut Nico, penembakan gas air mata
tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak
puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan
membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.
"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar, kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," ujar Nico

Komentar
Posting Komentar