MASYARAKAT APRESIASI PENYALURAN BLT, DEMO BBM SUDAH TIDAK RELEVAN
Pemberian Bantuan Langsung Tunai Bahan
Bakar Minyak (BLT BBM) diapresiasi oleh banyak pihak, mulai dari masyarakat,
ekonom sampai akademisi. Oleh sebab itu, rencana demonstrasi yang akan
dilaksanakan kelompok buruh pada 12 Oktober 2022 sudah tidak relevan.
Rencana demonstrasi kelompok buruh pada
12 Oktober 2022 terkait penolakan penyesuaian harga BBM merupakan isu yang
sudah usang. Pasalnya, masyarakat mendapatkan kompensasi berupa BLT sebesar Rp.
600.000 yang disalurkan melalui Kantor Pos. Sebanyak 20 juta warga Indonesia
berhak menerimanya dan masyarakat sangat berterima kasih karena pemerintah memperhatikan
rakyat kecil.
Ekonom Hardy Hermawan menyatakan bahwa
BLT merupakan langkah tepat yang dilakukan dilakukan pemerintah di tengah
naiknya harga komoditas belakangan ini. Bantuan sangat tepat dan harus segera
diekseskusi. Dalam praktiknya, wajib untuk mengurangi potensi internal dan
eksternal error, sehingga masyarakat yang sangat membutuhkan bisa menikmati BLT
tersebut.
Artinya, di masa pandemi harga-harga
bergejolak dan agak memberatkan rakyat kecil. Namun dengan adanya BLT dari
pemerintah, mereka bisa tetap belanja, tanpa harus berutang. Saat menerima uang
BLT, masyarakat masih bisa membeli beras, telur, minyak, dan kebutuhan dapur lain.
Sementara itu, Pakar Komunikasi Politik,
Emrus Sihombing menuturkan, unjuk rasa sudah banyak mengandung muatan politik
pragmatis. Padahal selain BBM, ada hal lain yang masih menjadi persoalan
masyarakat. Contoh lain persoalan terkini di luar kenaikan harga BBM adalah
banjir di beberapa daerah, hingga isu pencemaran lingkungan. Namun sayang,
persoalan-persoalan tersebut justru tidak menjadi sorotan. Padahal jika aksi
demonstrasi tulus dilakukan, maka akan ada banyak persoalan yang disuarakan.
Kebijakan penyaluran BLT sangat penting
bagi masyarakat terdampak, tak hanya akibat efek pandemi, tetapi juga karena perubahan
harga BBM. Harga barang-barang di pasar jadi disesuaikan. Namun mereka tetap
bisa belanja dengan menggunakan BLT BBM, dan sangat berterima kasih kepada
pemerintah yang sudah bergerak cepat memitigasi dampak penyesuaian harga BBM.
Rakyat kecil menjadi perhatian khusus
pemerintah, karena kelompok ini yang paling terdampak. Jika harga-harga barang
mengalami penyesuaian maka pilihannya ada dua, yakni mengurangi belanja atau
mencari pinjaman untuk sekadar membeli kebutuhan pokok. Padahal utang sangat berbahaya
karena rakyat kecil bisa nekat mencari rentenir, yang mematok bunga berbunga
sangat tinggi.
Oleh karena itu, pemerintah berusaha
agar situasi buruk ini tidak terjadi. Masyarakat harus tetap memenuhi kebutuhan
pokoknya dan solusinya adalah pemberian bantuan dalam bentuk BLT BBM. Ada pula
bantuan lain seperti bansos pekerja, program keluarga harapan, sehingga rakyat
yang tidak menerima BLT BBM bisa menikmati bansos yang lain.
Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Indonesia, Dwini Handayani, menyatakan bahwa BLT
diberikan kepada masyarakat yang terdampak, agar mereka bisa memenuhi
kebutuhannya. BLT sangat tepat sebagai bentuk pengalihan subsidi (dari
pengurangan harga BBM menjadi bantuan sosial ke rakyat yang membutuhkan).
Rakyat yang terdampak ada banyak dan
mereka sangat terbantu oleh BLT BBM. Uang sebesar Rp.600.000 sangat berarti
bagi mereka karena bisa dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari. BLT dari pemerintah sangat berarti dan nominalnya cukup untuk memenuhi
kebutuhan pokok.
Pemerintah juga berpesan bahwa BLT BBM
harus dihabiskan, tetapi jangan dibelikan barang yang konsumtif seperti HP.
Penyebabnya karena BLT adalah bantuan untuk membeli keperluan dapur, bukannya
kebutuhan tersier. Selain itu, uang tersebut wajib dibelanjakan untuk
menggerakkan roda perekonomian Indonesia.
Penyaluran BLT BBM harus tepat sasaran,
yaitu kepada rakyat kecil yang benar-benar membutuhkan. Mereka bisa mengantri
di Kantor Pos atau menunggu petugas datang untuk mendapatkan bantuannya (jika
tinggal di tempat terpencil dan jauh dari kantor pos).
Sementara itu, Menteri Sosial Tri
Rismaharini menyatakan pihaknya akan meng-update data penerima BLT BBM tiap
bulan. Tujuannya agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran. Dalam artian,
tidak akan ada kesalahan, di mana rakyat yang masuk dalam kategori mampu
ternyata malah turut mengantri BLT BBM di Kantor Pos.
Kementerian Sosial memastikan bahwa BLT
harus tepat sasaran, karena rakyat kecil butuh bantuan. Oleh karena itu BLT
harus benar-benar diberikan untuk rakyat kecil yang terdampak penyesuaian harga
BBM. Risma menegaskan akan menindak tegas jika ada oknum yang melakukan korupsi
dana BLT BBM, bahkan bisa berujung pemecatan.
Masyarakat mengapresiasi Mensos yang
bertindak sangat tegas dalam menghadapi oknum yang berniat buruk dalam
membagikan BLT BBM. Tidak ada celah bagi para koruptor. Tindakan tegas ini amat
wajar karena mereka tega mengambil uang rakyat kecil yang bukan haknya.
Banyak pihak mengapresiasi pemberian BLT
BBM kepada masyarakat yang terdampak oleh penyesuaian harga BBM. Diharapkan
juga BLT bisa meringankan beban rakyat kecil, sehingga mereka masih bisa
memenuhi kebutuhannya, meski harga sembako mengalami perubahan. Oleh sebab itu,
rencana demonstrasi yang akan dilakukan kelompok buruh harus dibatalkan, karena
aksi mereka tidak mewakili aspirasi masyarakat dan merupakan kepentingan
pragmatis pihak tertentu.

Komentar
Posting Komentar